"Everyday is a brand new start"

02 June 2017

Ramadhan Tiba Ramadhan Tiba

Masjid USIM pertama kali dirasmikan di bulan Ramadhan 1438 H

Bismillah..

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Ramadhan adalah momen-momen terbaik untuk dijadikan perkongsian di blog. Mungkin tahun ini bahasanya agak santai, ikut apa sahaja yang terlintas di fikiran dan hati.

Allah sesungguhnya tahu kerinduanku kepada masjid UIA setiap kali Ramadhan. Lalu, Dia persiapkan masjid USIM sebagai pengganti. Ada bedanya, tapi ruhnya semakin lama semakin menyinar. Alhamdulillah..

Malam 8 Ramadhan, bacaan imam tarawih sangat mengasyikkan. Sempat mentadabbur ayat rakaat pertama ke lapan yang kerap membincangkan soal syirik kepada Allah, halal dan haram. Momen inilah yang menjadi the ‘sweetest moment of Ramadhan” ketika tarawih di UIA. Saat memulakan tarawih dengan debaran, apa agaknya nasihat yang Allah ingin sampaikan melalui bacaan imam malam ini.

Semakin berganjak umur, semakin inginkan kelainan atau ‘high standard’ dalam melalui Ramadhan. Dalam solat, puasa, doa, tarawih, qiyam, sahur dan sebagainya. Begitu banyak yang aku hajatkan pada Allah. Syukur, Allah memudahkan untuk menyediakan ruang mempersiapkan target-target Ramadhan.


If you don’t have a goal for Ramadan, you’re wasting your potential. Make a goal to strive for. 

Ramadhan dinanti dengan degup-degup debaran. Apakah aku berjaya melaluinya dengan terbaik? Tawakkal kepada Allah dan sememangnya tak semudah yang disangka. Bila kita mula berniat baik, pasti akan diuji, dan jika benar Allah pasti membenarkan.

Begitulah, setiap kali berazam tawakkal pada Allah harus tinggi. Di situ keyakinan dan sangka baik teruji. Jangan putus asa dan merasa lemah, kerana sangka baik kepada Allah itu selalu berakhir dengan kebaikan. Allah itu Maha luas rahmatNya. Sehingga hari ketujuh Ramadhan 1438H, saya sangat belajar bahawa Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

Menjadi taqwa itu bukan hanya beriman. Orang yang muttaqin adalah orang yang benar-benar takutkan Allah dan berhati-hati dalam setiap perbuatan, perlakuan, percakapan. Muttaqin ialah orang yang cermat dengan niatnya, tak merasa dirinya lebih baik dan tak suka mendedahkan amal solehnya. Allahu…maqam yang sangat tinggi di sisi Allah kerana muttaqin itu tidak mengejar pandangan makhluk.

Selagi kita dianugerahkan nafas dan kudrat oleh Allah, selagi itu kita ada peluang mengejar gelaran muttaqin di sisi rabb kita. Di sinilah husnu dzon kita pada Allah perlu diperteguhkan dan itu memerlukan mujahadah yang tinggi di samping memohon pertolongan Allah.

Oleh sebab itu Ramadhan adalah training terbaik untuk menjadi muttaqin. Bila kita menahan diri dari makan dan minum kerana Allah, menahan dari perbuatan yang Allah murka dan berlawan melawan hawa nafsu jahat diri. Baiknya Allah, Dia tahu kita mampu. Dia telah meletakkan kepercayaan kepada kita, sebab itu kita terpilih memasuki bulan Ramadhan dan berpeluang beribadah di bulan ini.

Bagi diriku, Ramadhan ini bulan latihan bersabar. Sabar itu tak mudah, tapi manis. Ujian yang tak putus hadir dalam hidup kita sangat menguji kesabaran. Kalau tak dari kekurangan harta, terkadang datang dari karenah orang-orang di sekeliling kita yang menyakitkan hati kita. Justeru, di situ kita belajar bersabar dengan memberi lebih banyak dan melayan orang yang menyakiti hati kita dengan kebaikan. Allahu, tahap itulah yang sedang aku mujahadahkan di bulan ini.

Alhamdulillah..Allah merezekikan aku bertemu dan beribadah di bulan Ramadhan. Peluang menjadi ‘orang bujang’ adalah anugerah yang patut disyukuri sebaiknya. Nikmat dan rezeki setiap orang mungkin berbeza bukan? Apa jua keadaan kita sekarang, marilah kita berusaha memuliakan Ramadhan dengan amal soleh terbaik yang mampu kita lakukan dalam ruang yang mungkin, terbatas.

Ya Allah, berkatilah kami di bulan Ramadhan, rezekikan kami lailatul qadar dan jadikan kami orang yang benar-benar menang ketika syawal nanti. Hari-hari berbaki Ramadhan itu sangat cepat berlalu, berdoalah agar kita dimudahkan dan istiqamah beribadah yang terbaik keranaNya.



Salam Ramadhan Kareem 1438H.
Share:

06 April 2017

Where the story ends..

Bismillah..



There’s something amazing I want to share with you about this life or exactly, about “love”.

In the fairy tale, romantic dramas and movies, the story ends with the oneness of two souls; finding and wedding. Everyone around you will make you think that your path ends there, means at the place you meet your other half. Your journey is complete. Congratz!

It is a lie and I’ve been lied too. 


I always wondering is only that the marriage about? Getting to love each other, be romantic, having children etc. Is it just to settle our feeling of emptiness or in love? Or so that we’re not be called “anak dara tua” or “tak laku” or something like that? 




Now that I've learned the lesson, yes, just after some trials (disappointments and heartbreak) in my life. Basically, if we are chasing a feeling; to be loved, we will always be chasing because no feeling is constant. It is inconstant and changing, or berbolak-balik. The more we chase it, the more it will run away from us.


Learning to define love is quite struggling for me. I finally found that getting married is not where the story ends. That’s where it begins and the building starts. 


There, I have to build a different barakah life, character, sabr, perseverance and sacrifice. And also the building of love for the sake of Allah. Getting married should be the building of my path back to Him and getting easier to close to Him. Getting married for me, is to build the legacy (children) who continue dakwah, who loves Allah and tells the others how kind and great Allah is. InshaAllah Amin.




Married is not just about the love between two person. If the person we’re married become our ultimate focus in life, our struggle has just begun. Our spouse becomes the greatest test. We will keep hurting until we remove him or her from the place in our heart, which only Allah should be there. 


People is a part of dunya. 


Love too much to people meant being attached to dunya. The attachment will take over Allah’s place in our heart as we spend a lot, thinking that they will never leave and die. Then the fear of loss comes and consumed us.


Allah itu Maha Pencemburu, indeed.


I want a type of love, which is the rarest. It is unselfish love. The love which is not competing with the love to Allah. The beauty we see in the people is a reflection of the Creator, so we love them. We want to be with them, because we love our Creator. I’m very sure this love will bring most joy and bless. To love for what they are, not for what they can give to me. It isn’t about what we are getting, but rather what we can give. 


Once we see everything beautiful as only a reflection of God’s beauty, we will learn to love in the right way; for His sake. Everything we do is for and because of Him. To please Him. It means the only love we chase, is the love of Allah. It’s heard hard right? But that’s the reality we have to fight for. 




We, are made to seek, love and strive for what is perfect and permanent. It’s just because we were not created for this life. Our true home was paradise, a land that is both perfect and eternal. It is in dunya we live now. A place of temporary attachments where people and something else are with us today and leave or die tomorrow. 


Don’t put expectations or hope too much.


Sederhana itu indah bukan?



Share:

08 February 2017

Oh Morning Habits!




(Maaf, tulisan bercampur bahasa atas faktor pembacaan) 

Thinking of the kind of woman I want to be is really 'something'. I've listed my dreams tapi jarang terfikir nak jadi perempuan yang bagaimana. Just choose my role models and follow the flow. As simple as that.

Getting older—it's inevitable, makes me think a lot of things about life. As the saying goes, 

As you get older, you will understand more and more that it’s not about what you look life or what you own, it’s all about the person you’ve become.
2017 is the turning point, inshaAllah. It is the time to express my deepest thanks to Allah for how special He created me as a woman. Sebab tu jugalah, kalau anda tengok post saya starting from January 2017, I have written a lot about life, feeling, target etc. Saya sangat berharap tulisan saya menjadi peringatan untuk diri sendiri, move on, berusaha gigih dan (be+think) lebih baik di sisi Allah. 

Saya share di sini supaya dapat sama-sama menjadi booster, inshaAllah. Whenever we feel stuck and unmotivated, the following writing is what we come back to. Ok, starting with morning time. Below I've listed a few of morning habits that I read from some blogs and I combined those habits with my experiences, bismillah.

1) Tahajjud + Quran + Dua 

There is no better way to start our morning than making dua and praying to Allah at tahajjud. The beauty of tahajjud is that we can wake up just 20 – 30 minutes before fajr and squeeze in a heartfelt dua and sunnah prayers/recitation. Masa ni lah the feeling of praying really different. The silence presents will revitalise our senses and gives us the special feeling of bonding between us and Allah.

Time ni kalau nak nangis boleh nangis puas-puas, nak merengek dan borak lama-lama dengan Allah, yes do it jangan malu. Please jujur je dengan Allah because He knows everything. Tapi, we have to struggle for this. It takes preparation especially for qiyamullail, such as sleeping early, a lot of patience and perseverance to keep on doing it until it has become a habit.

Practice dan niat hari-hari untuk bangun qiyam, solat subuh awal, baca quran etc. Nak barakah sepanjang hari kena mulakan dengan amalan yang besar keberkahannya. Please jangan miss baca Quran. Moga Allah pilih kita untuk husnul khotimah, amin.


2) Sip On Warm Lemon Water+Honey+Ginger


Oh, yang ni saya baru nak start this year. Come on lah, dah semakin berusia kan. Penat lah, lenguh lah, dehydrated lah. Yup, saya ni coffee lover. Kalau satu hari tak minum coffee that's not me. Kononnya untuk cover balik, jadi saya amalkan a cup of warm lemon water+ginger+honey every morning selepas minum air kosong. First time minum pun saya dah jatuh cinta. 

On top of the list of benefits of ginger lemon water is its ability to strengthen our immunity. This is due to the presence of high levels of anti-oxidants in ginger. Lemons are an excellent source of vitamin C which can heal wounds and preserve the strength of bones and teeth. 
If you feel tensed or worn out, the drink can also be an effective stress reliever. The strong aroma, spicy and refreshing taste and calming effects provide you relief and relaxation of your body and mind.

Tak tahulah addicted ke apa, tapi saya pun dah jadi green tea lover kalau rasa lesu (Sorry coffee). It does wonders for my body and sets me up feeling fresh, light and energized. Memang lah pahit, try lah perah lemon atau letak madu. Sedap!

3) Consume Positive Content  

Don't start our day with gossip, hiburan etc. Start for what can improve ourself better. Alhamdulillah, I enjoy reading articles related to health, woman, happiness and life. Tak kisahlah kat blog ke, FB, instagram dan lain-lain. I LOVE this time to myself… I don’t feel like I’ve started my day until I’ve read through inspirational content. It sets our mind up for a powerful and positive day. 

The beautiful part is that by reading or listening to inspirational, informative content each morning, I’m reminded of things that are important to me. Kadang-kadang saya suka juga bawa ke mana-mana journal saya as a reminder bahawa ada benda yang saya nak capai dalam hidup ini. And also as a bestfriend waktu sorang-sorang saya suka baca dan menulis. Dah jadi habit sejak kecil.

4) Write In A Journal

Take a few moments – either in writing or thoughts to practice thanking Allah. Haa, ni lah part tulis journal bukan yang atas ni. For me, tulis journal is how to express my appreciation and gratitude to Allah based on what I have go through in my life. Every woman needs a beautiful, inspiring planner or journal. Belilah yang sweet dan cantik kita pandang, for sure kita akan rasa sayang lebih kat dia. 

Alhamdulillah, bestfriend bagi hadiah journal cantik. How lovely!

We can write everything, anggaplah journal tu surat cinta untuk Allah baca. Hak ekslusif Allah ialah Dia menjadi prioriti kita melebihi segalanya. Termasuk luahan perasaan sedih, gembira, cinta, kecewa, syukur, azam, misi visi and anything. Then rasa nak meluah pada manusia mesti hilang entah ke mana. 

5) Lovely Dhuha Prayer

If you ever wake up feeling in a state of lack or sad, start thanking Allah for all your blessings by dhuha prayer. Say that you accept and love yourself. InshaAllah, hati akan rasa lebih tenang. Bersujudlah dengan penuh rasa syukur pada Allah yang masih menghidupkan kita di hari baru. Gratitude will only increase the happiness and abundance that awaits you. 

Jika ada hajat yang kita mahukan on that day, just pray to Allah. Kembalikan pada Allah. The feeling of surrender or tawakkal is, subhanallah!

6) Make a to-do list

It doesn’t matter if you’re stay at home or student with a schedule that rarely changes. It doesn’t matter if your days are mostly blank and you don’t have much to schedule. Every woman needs a planner. You’ll feel so much lighter by jotting down all the tasks that you need to complete instead of weighing it on your mind. Even if it’s basic routine-based tasks – write it down.

Even basuh baju, lipat baju, minum green tea, work out, tak perlu malu untuk menulis. For me, writing down what I should do will free my mind. When we write tasks down, we will take it more seriously. Our eyes and mind will focus on the job. I do see my tasks finish very well by writing to-do list, alhamdulillah.


In conclusion, the first step is always the hardest. Jangan termenung lama sangat. Sikit-sikit lama-lama jadi habit. Jangan lupa untuk senyum. Smile to yourself is never going crazy. Selain sedekah, awet muda kut!

Back to think the kind of woman I want to be, I want to be the best version of myself. The best I could be, as a servant of Allah. I love myself very much. Alhamdulillah.

Ok. That's all.

Assalamualaikum. 

Share:

21 January 2017

27 tahun mencintaiMu


Bismillah...


Mak selalu tak lupa menghargai anak-anaknya
Terkadang langit yang indah sekalipun tak dapat melukiskan kebahagiaan yang sedang kamu rasakan. Syukuri setiap bagian dalam hidupmu!  

 ― gmwr

Teruntuk diri sendiri, 

Selamat hari lahir dan selamat mengecapi kedewasaan yang misteri!

Alhamdulillah, syukur masih diberi nafas oleh Allah sehingga menginjak ke hari ini, umurku kini 27 tahun.

Sambut birthday dengan nasi kandaq

Rasa terharu. Abah, mak dan adik-adik sudi datang berjumpa, makan-makan sempena hari lahir. Biarpun umur hampir mencecah 30 an, terasa muda bila dimanja-manja oleh mak dan abah. Dengan kehadiran mak dan abah hari ini, Allah kabulkan impian bulan ini untuk belanja mereka makan. Semudah itu jalannya, terima kasih Allah!

Syukur, masih ada teman-teman yang mengingati tarikh lahir dan sudi memberi ucapan serta doa-doa yang diharapkan. Lihatlah wahai diri, begitu ramai yang menghargai dan menyayangimu. Terima kasih banyak untuk ingatan kalian.


Hadiah dari housemate

Maka layakkah aku untuk merungut-rungut dengan apa yang telah terjadi sepanjang hidupku 26 tahun? Setelah begitu banyak nikmat yang Allah beri, jarang pula yang aku syukuri.

A grateful heart is a magnet for miracles.
Without gratitude to Allah, nothing feels complete, nothing is ever enough.
-Umm Hafsa- 

27 tahun, umur sebegini sangat dekat dengan kematian. Masih kurang yang kulakukan untuk agama. Masih kurang aku berbakti pada mak dan abah. Masih kurang aku memberi. Masih kurang aku menyayangi dan menghargai.

Masih kurang pula aku mensyukuri!



27 tahun telah cukup dewasa untuk belajar dari apa yang dijalani, dari pengalaman yang menyakitkan dan menyenangkan hati. For everyday that passes, we can always reinvent ourself and start all over again.

Memberi, menyayangi, mencintai setulus hati. Sepenuh hati. Tanpa minta dibalasi. Tanpa merungut di bibir dan hati. Itulah definisi ikhlas yang Allah redhai.

Berharaplah hanya pada Allah. Kerana pengharapan kepada manusia adalah sesuatu yang sia-sia. Mereka tidak sempurna dan bukan tempat letak harapan. 

Menerima dan memahami ketidaksempurnaan manusia adalah pilihan kita. Agar ada rasa syukur Allah mengurniakan keberadaan mereka yang menemani perjalanan kita di dunia. Memberi hikmah, kemanisan, teladan dan pengalaman. 

Tak ada yang perlu dicemburui pada kehidupan orang lain. Setiap orang Allah berikan bahagian masing-masing. Apa yang kita miliki ada yang menginginkan agar mereka juga miliki. Sebab itu, siapa yang mensyukuri dia paling banyak memiliki.
Catatan ini adalah dari hati seorang gadis tatkala usianya mencecah 27 tahun. 

Semoga 27 tahun ini kemuncak kehidupannya menjadi lebih hebat di sisi Allah, lebih banyak beramal dan berbuat kebaikan, lebih banyak memberi manfaat kepada agama dan ummah. Semoga usia ini tak disia-siakan.

Hey, kau sudah besar wahai budak nakal!

Share:

14 January 2017

Live beautifully

Bismillah..


My 2017 Journal

Assalamualaikum 2017!


Tahun baru ini, pasti menjadi tahun yang penuh keindahan dan keajaiban. Make it the best year. Menjadilah seseorang yang selalu kita ingin jadi. Ikutilah kata hati kita yang bersih. Buka mata seluasnya melihat kehidupan ini, perhatikan segalanya, dan jangan terlepas peluang walaupun satu saat.

Telah sampai waktunya, untuk kita perbaharui segalanya tentang hidup dan mencari diri kita kembali. Dalam kata lain, mengenali diri sendiri lebih dalam. Tarik nafas dan lepaskan segalanya yang memeritkan. Ucapkan selamat tinggal!

Let it go. 


Lepaskan segalanya yang memberi kesan negatif kepada hidup kita. Yang berlalu biarlah berlalu. With the mindset of learning to let it go, ia akan mendorong kita untuk bersandar manja kepada Allah. For no matter what happens, Allah will always be there for us. Percaya pada Allah, apa yang sememangnya tertulis untuk kita, pasti akan mendatangi kita di mana jua kita berada. Tak perlu memaksa. Don’t fight a losing battle.


This year is about settling. 


It’s about making it everything we want it to be. Beranilah mengambil risiko. Bercakaplah tentang mimpi-mimpi kita sekuatnya dan kentalkan hati menggapainya. Jangan biarkan sesuatu apa pun memberhentikan perjalanan kita dalam meraih mimpi-mimpi kita. Be our own biggest cheerleader! Jika kita mahu orang lain menyokong impian kita, kita yang harus meyakininya dulu. 100%. 

Slowly, jatuh cinta kembali kepada kehidupan kita. Hanya memilih apa yang membuat kita jadi lebih baik. Sahut cabaran-cabaran yang membuat kita rasa 'hidup'. Hargai setiap yang berlaku dan ambil perhatian kepada sekecil-kecil perkara yang membuat kita bersyukur. Jika kita ambil masa untuk menjadi researcher kepada kehidupan ini, nanti akan kita lihat kehidupan yang tersusun cantik!


This is your own love story

Self-love. 

Sayangi diri sendiri. Bukan bererti kita harus egois, mengasingkan diri atau mementingkan diri sendiri. Self-love ialah tentang menghormati setiap keputusan yang kita ambil. Mempercayai diri sendiri. Accept just the way we are. 

It’s about being our own best friend. Holding our own hand and walking gently through the journey of life. Berhenti menagih-nagih kasih manusia dan memarahi diri sendiri atas kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan. Setidaknya itu menjadi pengajaran dan kenangan buat kita.

You always have ‘you’

Manusia akan datang dan pergi. But you always have ‘you’. You’ll be with you for the rest of your life. Bila kita telah merancang sesuatu yang terbaik untuk hidup kita - yup follow through, otherwise kita akan berhenti mempercayai diri sendiri.

Ini adalah kehidupan kita. Kita berhak untuk hidup di dalamnya sebagaimana yang kita inginkan. Take the road less traveled. Keep on going. Your destination will be where you were meant to be all along.

Say alhamdulillah.

Live beautifully.

#notefrommyselftomyself
Januari 2017
Nilai
Share:

19 August 2016

Bila Nak kahwin?

Bismillah..

BILA NAK KAHWIN?


Siapa tak jealous.


Di facebook, bukan gambar majlis kahwin dah yang banyak, tapi majlis akikah. Kawan-kawan sebaya dah ada suami dan anak masing-masing. Gurau sahabat saya, “anak depa sudah berlari-lari, kita ada anak semut ja.” 

Dulu memang saya kisah. Zaman baru nak “up”.

Siapa tak nak kahwin.. ada keluarga sendiri.

Tapi setelah tahun berganti tahun. Persekitaran dan orang sekeliling pun berganti. Saya jadi semakin mengerti. Tiada siapa dapat menolak atau memaksa takdir Ilahi. 

Keinginan untuk kahwin yang teramat, istilahnya “peak time” mungkin sudah beransur-ansur normal kini.

Bukanlah sampai tiada rasa nak berkahwin. Jangan salah faham.

Allah mahu saya belajar mengenali diri sendiri sepanjang tempoh ujian ini. Saya belajar untuk mencari potensi diri dan kelemahan untuk diperbaiki. Berani saya katakan, semakin dewasa saya semakin jujur melihat diri sendiri. Terlalu banyak kekurangannya dan sangat tidak sempurna. 

Justeru, seperti kata faridzul, ‘just go with the flow’. Kita mungkin lupa, bahawa apa yang kita ada dan hadapi sekarang, itulah takdir Allah yang terbaik untuk kita. 

Bila kawan suruh doakan dipermudahkan jodoh, saya tanya, “nak saya doakan dapat jodoh terbaik ke spesifikkan nama?”

Allah knows the best. Sampailah umur yang sudah mencapai angka 26 ini, saya hanya dapat rumuskan satu hal dalam urusan jodoh, “Hanya Allah tahu yang terbaik”. 

Kita tak pernah tahu. Orang lain pun takkan tahu. Semua dalam pengetahuan Dia yang maha tahu. Siapalah kita yang serba lemah ini untuk mengatakan lebih tahu. Dari mata zahir, mungkin kita melihat segala kehebatan dan kebaikan seseorang, tapi siapa yang dapat menjangkakan di masa hadapan. Oh, saya bukan menakut-nakutkan kalian untuk berkahwin.

Bila dengar kata pepatah, “don’t judge book by its cover”, saya mengangguk. Dan saya sambung, because only Allah knows what is inside; past, now and forever. Kita patut yakin hanya pada Allah. Berharap yang baik hanya dari Allah.

Ramai orang salah anggap bahawa perkahwinan ibarat sebuah kotak yang cantik dan sempurna. Wrong. Marriage is an empty box. Kita lah yang perlu mencantikkan kotak itu.

A couple must learn the art, and form the habit of giving, loving, serving, praising sampai rumahtangga tu penuh dengan hal yang cantik-cantik. Kalaupun ditimpa ujian, akhlak pasangan tetap indah dan cantik.

Kalau kita mengharap lebih banyak dari memberi, kotak tu akan terus kosong.


Adakah kita sudah bersedia memberi tanpa syarat, be the person who serves the other better?
Adakah kita sudah berjaya runtuhkan keegoan yang ada dalam diri kita? Mengakui kesilapan kita? 
Adakah kita sudah bersiap memahami pasangan lawan jenis yang sangat berbeza dari kita?  
Mungkin, ini antara jawapan untuk pertanyaan kenapa Allah belum beri jodoh pada kita. Betul, mungkin juga sebab kita belum mampu dari segi kewangan atau lain-lain. Tapi mengakuilah bahawa kita memang bertuah sebab Allah beri lebih masa untuk perbaiki diri jadi lebih baik, lebih masa bersama ibu ayah, teman-teman, majlis ilmu dan merancang masa depan. There's still a lot that we need to work on. Bahkan, Allah beri ruang lebih banyak untuk mendekatkan diri pada-Nya.

Bukankah itu sudah cukup untuk mendorong kita menyebut, “alhamdulillah”?

Jangan menjadi orang yang menyesal. Demi masa, sesungguhnya manusia itu dalam kerugian. Time is too precious to waste. Untuk kita terlalu banyak memikirkan tentang jodoh tanpa melakukan yang terbaik untuk hidup yang cuma sekali ini.

Kematian atau jodoh yang menjemput dulu, we never know.

Jadi bila nak kahwin? 

It is easier said than done. InshaAllah, bila tepat masanya yang ke’tepat’annya hanya Allah yang tahu, bukan saya, bukan anda atau sesiapa. Saya percaya, sesuatu akan indah pada waktunya. 

Jodoh itu pasti ada, dan sedang berjalan menuju kita.

“Hidup itu seperti mendaki gunung. Ada tiga hal yang harus kita fahami dalam melangkah: pijakan yang tepat, pegangan yang kuat, dan genggaman yang erat—dari tangan terdekat. Yang terakhir wajib kita miliki. Sebab dalam mengharungi belantara kehidupan, kita tak boleh sendiri.” (herrycahyadi)



Dear you, 

Let’s grow up together. 

Jom menua bersama.

Till Jannah.

Amin.

Share:

10 June 2016

Ramadhan Tiba Lagi!



Bismillah..

6 Ramadhan 1437 H

Sungguh cepat masa berlalu. Esok sudah genap seminggu Ramadhan.

Ramadhan kali ini memang berbeza dengan tahun-tahun sebelumnya. Dua kali pengalaman Ramadhan di UIA cukup indah dan menjadi memori yang akan dikenangkan. Rasa rindu tetap ada. Setiap kali Ramadhan tiba, sambutannya luar biasa meriah di UIA. Mungkin juga kerana kebanyakan pelajar melayu cuti dan yang berbaki hanya pelajar luar negara. Itulah sebabnya suasana Ramadhan UIA persis di Mekah! (Doakan saya direzekikan ke sana)

Alhamdulillah...berbeza di masjid lain, kepenatan itu kurang ketika bertarawih di UIA walaupun bacaannya 1 muka al-Quran satu rakaat dan 1 juz 1 malam. Bacaan imam sememangnya tak menghampakan dengan taranum, tajwid dan fasohah. Mengagumkan! Selalu saja nadanya berubah mengikut makna ayat sehingga membuatkan jemaah mengalirkan air mata. Allah..

Masjid UIA menyediakan iftar percuma setiap hari pada bulan Ramadhan. Sering juga saya berbuka di masjid terutamanya di 10 akhir Ramadhan. Suasananya paling hangat di 10 hari terakhir. Sementara menunggu berbuka, ramai yang bertilawah dan menadah tangan berdoa sungguh-sungguh pada Allah. Malu rasanya berada di kalangan mereka.

Ramadhan 2016 saya di Nilai, dengan suasana dan kesibukan yang baru. Sebagai seorang yang sudah bekerja, jadual di bulan Ramadhan harus disusun berhati-hati. Kesibukan apapun, jangan sampai menjadi orang yang rugi.

Setelah beberapa tahun tinggal di asrama, kali ini saya beralih menyewa apartment. Cara sambutan Ramadhan di sini ialah mengemas dan membersihkan seluruh rumah. Masya Allah seronok benar rasanya. Lagi-lagi bila kita berniat untuk menyambut kedatangan Ramadhan. 

Banyak surau di kawasan perumahan Nilai yang melaksanakan solat tarawih berjemaah. Saya beralih dari surau ke masjid, masjid ke surau lain pula setiap malam untuk merasai suasana berbeza. Tak salah bukan! Mungkin saya belum temui suasana seperti di masjid UIA di sini, namun inilah realiti. Keluarnya dari universiti, kita akan merasai hidup bermasyarakat dan menilai diri kita sendiri.

Syukur, Ramadhan di sini tak kurang seronoknya. Apa yang lebih penting ialah diri kita sebenarnya. Sejauh mana kita telah berubah menjadi yang lebih baik dari sebelumnya. Kita sedang bertanding dengan diri sendiri. Apakah kita sudah berusaha sehabis baik untuk menjadikan Ramadhan tahun ini yang terbaik? 

Mungkin amal kita tak sehebat orang lain. Kita masih kurang tilawah dan tadabbur al-Quran. Masih kikir dan sedikit sedekahnya. Terkadang mungkin kita antara yang terjatuh dalam godaan hawa nafsu. Mungkin juga kita antara yang menjadikan tidur sebagai keutamaan untuk menghilangkan rasa lapar. Lalu kita merasakan Ramadhan kali ini kita antara yang gagal.

Beristighfarlah, Allah itu maha luas rahmatNya. Bukankah bulan ini penuh rahmat dan maghfirah. Kita masih ada kesempatan dan peluang untuk benar-benar menikmati dan menghidupkan Ramadhan. Itulah nasihat untuk diri sendiri yang sering rasa berputus asa dalam mempersembahkan yang terbaik untuk Allah. Kita memang tak sempurna, sebab itu antara doa yang wajib dimunajatkan di sepanjang Ramadhan adalah "istiqamah".

Bagi saya, Ramadhan yang Allah beri adalah satu nikmat terbesar. Di dalamnya begitu banyak kebaikan yang dilimpahkan. Malah doa-doa sangat mustajab di bulan ini. Nikmat kelapangan masa dan tanggungjawab yang belum besar memberi ruang diri ini untuk bermanja-manja lebih lama dengan Allah. Berdoalah lama-lama, tilawahlah lama-lama dan tadabbur ayat-ayatNya. Jangan biarkan kesempatan ini berakhir begitu sahaja. 

Mungkin ini Ramadhan terakhir kita. Mungkin ini Ramadhan yang diberi nikmat kelapangan masa oleh Allah untuk kita. DiberiNya peluang mengerjakan lebih banyak amal ibadah. Belum tentu di Ramadhan akan datang. 

Ya Allah, jadikanlah puasa kami puasa yang mencapai taqwa. Kurniakan kami keutamaan lailatul qadr. Jadikan ramadhan ini bagi kami lebih baik dari sebelumnya.

Terimalah amalan kami. Jangan biarkan kami termasuk orang-orang yang rugi.

Terima kasih Allah atas nikmat Ramadhan ini. 

Terima kasih atas kesempatan yang kau hadiahkan ini.

Ya Allah, kami rasa bertuah.


8.00 am.
11 jun 2016.
Apartment Anggerik bandar Baru Nilai.










Share:

28 April 2016

Inspirasi Yang Hilang




Bismillah..

Alhamdulillah, akhirnya saya punya ruang menulis sesuatu tentang arwah yang sangat saya kagumi. Anak-anak arwah iaitu sepupu-sepupu saya banyak berkongsi di dada facebook tentang abah mereka. Di ruangan ini, izinkan saya mencatat sesuatu yang saya saksikan dari arwah bapa saudara saya sepanjang hidup beliau yang menjadikan beliau antara inspirasi terbesar dalam hidup saya sejak kecil. Semoga dengan ini, kenangan bersama beliau terus menjadi semangat untuk memburu kehidupan yang diredhaiNya.

Tepat jam 4.20 pagi pada 26 April 2016, Ustaz Datuk Dr Mohd Ali Baharum telah menghembuskan nafas terakhir di Hospital Kajang dan dikebumikan di tanah perkuburan Sg. Tangkas. 2 hari sebelumnya, Ayah De dimasukkan ke hospital dan saya difahamkan jantung beliau sempat berhenti selama 17 minit. Entah kenapa ada rasa tidak sedap hati kali ini. Saya berniat untuk menziarahi Ayah De bersama adik di hospital pada hari selasa. Ya, saya memang menziarahi beliau tapi bukan di hospital. Jam 5.20 pagi saya mendapat khabar di whatsapp famili, bahawa Ayah De telah pergi untuk selama-lamanya.

Innalillahi wainna ilaihi rajiun….
Dari ALLAH kita datang
KepadaNya kita pasti pulang


Satu demi satu kenangan bersama Ayah De terlintas di fikiran saya bagai sebuah filem yang dimainkan semula bermula dari kecil sehingga dewasa. Seorang pejuang yang menjadi inspirasi hidup saya telah pergi dan tidak akan kembali lagi. Seorang bapa saudara yang selalu tersenyum menyambut ketibaan kami di teratak indah beliau. Sambutan Ayah De kepada tetamu selalu luar biasa meskipun dalam keletihan dan kesibukan.

Perginya Ayah De di waktu tahajud beliau. Ayah De seorang yang mendawamkan qiamullail. Justeru itu kata-kata yang keluar di bibirnya seperti cahaya. Masa-masa makan bersama pasti tak kosong dari nasihat dan cerita-cerita beliau yang dapat dijadikan pengajaran. Ayah De itu orang besar, tinggi pangkatnya, namun rendah dirinya kepada tak kira siapa.

Di hujung usia tuanya, saya mengintai-intai perlakuan beliau. Beliau memang selalu ke masjid. Suatu waktu, saya lihat seseorang sendirian di meja yang penuh dengan kitab Arab. Oh, itu Ayah De. Beliau sedang menyalin nota Bahasa Arab. Di usia begini? Bukankah beliau memang pakar Bahasa Arab? Malunya saya. Katanya untuk memahami kitab tafsir, subhanallah. Saya meringankan mulut menyembang. Ah, sudah.. Ayah De ajak berbual dalam Bahasa Arab. Ayah De pesan cakap je, jangan takut salah. Alhamdulillah, laju pula saya berbual dengan beliau dalam Bahasa Arab. Sesekali beliau meminta diperbetulkan, dan kadang-kadang ayat saya dibaiki beliau.



Ayah De memang rajin membaca. Lihat sahaja di rumah beliau, ada satu bilik khas yang menyimpan buku-buku dan kitab. Sifat cinta ilmu beliau sangat saya kagumi sejak kecil. Dari beliau, saya menyimpan hasrat mewujudkan perpustakaan di rumah sendiri nanti. Bila orang membaca buku-buku kita, kita sekali mendapat saham akhiratnya.


Teringat kenangan ketika kecil, saya sedikit gerun kepada beliau. Ayah De bukan orang yang suka marah-marah apalagi panas baran, itu jauh sekali. Kata-katanya selalu lembut tetapi ada ketegasan terutamanya bila tiba waktu solat. Pasti kami disuruhnya solat berjemaah dan berhenti bermain. Atas sebab itu, saya selalu lari kalau nampak Ayah De. Bukan tak nak solat tapi kecut perut. Sampailah satu ketika, kami sepupu sepapat sedang bermain kad, tiba-tiba Ayah De muncul minta izin main sekali. Riuh kami bermain dan sejak itu saya tak lagi takut- takut dengan Ayah De.

Catatan ini hanya sebahagian kisah, semoga juga dapat menjadi inspirasi untuk kalian.

Ayah De telah pergi jauh. Syukur saya sempat melihat wajah tenang beliau kali terakhir sebelum dikafankan. Ramai yang menangisi kematian beliau. Langit juga begitu. Hati saya juga begitu. Saya kehilangan salah seorang inspirasi, seorang yang menasihatkan saya mencintai ilmu sampai hujung usia, seorang yang mengajar saya bagaimana membina keluarga yang diredhai-Nya, seorang yang mendidik hati saya untuk merendah diri kepada sesiapa sahaja, seorang yang tak lelah memberi nasihat berharga dan menghadirkan kegembiraan untuk begitu ramai manusia. Beliau telah selesai menanam di dunia, insyaAllah semoga Ayah De kini berada di syurga, dekat dengan kekasihnya.


Amin Ya Rabb.

Bila Tiba Saat Berganti Dunia
Alam Yang Sangat Jauh Berbeda
Siapkah Kita Menjawab Semua
Pertanyaan

Share:

UmmuZayd

UmmuZayd
Inspirasi dari surah Al-Ahzab ayat 37
Zayd; nama yang pernah bersatu dengan patah perkataan Al-Quran
Zayd; nama yang terus kekal dituturkan makhluk yang membaca Al-Quran
Aku ingin menjadi Ummu Zayd
Ibu kepada insan-insan mulia ahlul Quran

Amin Ya Rabb

Popular Posts

"umi, kami selongkar dunia maya
dan temukan catatan umi di sana"

-Anak-Anak UmmuZayd-

"Cita-cita ku adalah menginspirasi jutaan orang
meski mereka tak mengenalku,
biarlah Allah yang menilai kerja-kerjaku"

Categories