"Everyday is a brand new start"

15 June 2015

Berinfaq di Jalan Al-Quran

Ustaz Deden dan Ustaz Bachtiar bersama Dr Abd Basit


"(Tuhan) Yang Maha Pemurah serta melimpah-limpah rahmat-Nya. 

Dia lah yang telah mengajarkan Al-Quran."

(Surah Ar-Rahman : ayat 1-2)

Disangka yang muncul dalam Seminar Nikmatnya Menghafal dan Bertadabbur al-Quran hanya Ustaz Bachtiar Nasir; Pemimpin Ar-Rahman Qur’anic Learning (AQL) Center dan Pemimpin Pesantren Ar-Rahman Qur’anic College (AQC), namun Allah dengan kejutan-Nya menghadirkan Ustaz Deden Muhammad Makhyaruddin,  Juara Tahfiz & Tafsir Internasional di Moroko tahun 2011. Kisah Ustaz Deden pernah saya catatkan di sini.

Sepertinya ingin sujud syukur, kerana memang menjadi impian untuk mendengar tausiyah Al-Quran langsung dari beliau, setelah diceritakan oleh Ustazah Norhafizah Musa.

Buku Ustaz Deden
"Menghafal Al Qur’an itu seperti memasuki taman indah yang luas. Yang keindahannya membuat orang jadi betah berlama-lama menikmati taman itu.Lalu kenapa kita harus buru-buru keluar dari taman yang indah itu?" (Ust. Deden)

Tulisan ini sempena Ramadhan yang bakal hadir, semoga Allah memberkati kita di bulan mulia, bulan Al-Quran.

Barakah Al-Quran itu mutiara, dan yang dapat memilikinya adalah para ulul albab yang membaca, mempelajari, mengambil pengajaran, mengamalkan, seterusnya mengajarkan. Kata Ustaz Bachtiar, inilah komponen penting tadabbur Al-Quran.

Ramai orang SALAH cara interaksi dengan Al-Quran kerana mengikut cara yang kita suka, bukan yang disukai Al-Quran. Antara kesalahan yang sering kita lakukan:

1) Membaca Quran kalau sempat
2) Mempelajari Quran kalau ada mood
3) Menghayati Quran kalau menerima musibah
4) Mengamalkan Quran kalau menguntungkan diri


Jika kita ditanya, "Bagaimana cara syukurmu pada nikmat Allah?"

Maka bisa dijawab, "Dengan Al-Quran yang ada di hati". Allahu.. Inilah jawapan orang-orang yang dekat dengan Al-Quran.

Al-Quran antara nikmat terbesar buat kita semua. Barangsiapa yang tidak bersyukur dengan nikmat ini, justeru ia tak akan bisa menikmati. Jika penghafal Al-Quran hanya kejarkan hafalan, akibatnya sehingga ke akhir ia tak akan menikmati. Tambah Ustaz Deden, berjaya hafal atau tidak itu pekerjaan Allah, kerja kita menghafal dan mentadabburi.

Kalau sudah nikmat, semuanya pasti menyenangkan. Bukankah kenikmatan dirasai saat makan, bukan setelahnya? 

"Dan apabila engkau (Muhammad) membaca Al-Qur'an, nescaya Kami (Allah) adakan antara engkau dan orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat itu, suatu dinding yang tertutup." (Al-Isra':45)

We welcome you month we all adore,
We pray for happiness and more,
To all the people open up your door,
Peace love and joy
Ramadhan..
-Syeikh Mishary Rashid Alafasy-
"My favourite song of Ramadhan special to the blog readers"

Berdisiplin dengan waktu bukan bererti seberapa banyak yang dihafal dalam satu waktu, tapi seberapa setia dengan waktu untuk hafal Al-Quran.

"Ya Allah, cintakan aku pada iman, cintakanlah aku pada Al-Qur’an. Mampukan diri ini untuk setia hidup bersama Al-Qur’an minimal satu jam per hari." Beginilah kira-kira doa Ustaz Bachtiar. 

“Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al-Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan khabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (An-Nahl: 89)

Kesimpulannya, tilawah, tadabbur serta hafalan Al-Quran tujuan utamanya agar kita tergolong bersama golongan muttaqin yang mendapat kemuliaan di dunia dan akhirat, inshaAllah.

Ahlan Ya Ramadhan Mubarak!

Pesan Ustaz Deden, Ramadhan itu nikmat bagi mereka yang berjaya menewaskan hawa nafsunya. Orang-orang ini buka puasanya sama nikmatnya dengan sahur. Tarawih dengan bacaan panjang sama nikmatnya dengan bacaan pendek. 

Rasa senang kerana nafsu, hanya di permulaan.
Rasa senang kerana Allah, lahir setelah mujahadah.

Ya Allah, jadikanlah Ramadhan kali ini kami lebih menikmatinya, lebih memanfaatkannya dan lebih baik berbanding sebelumnya.

Âmîn, yâ Mujîbassâ’ilîn…


Catatan 13 Jun 2015, countdown to our love Ramadhan.

Share:

0 comments:

Post a Comment

UmmuZayd

UmmuZayd
"UmmuZayd"
Inspirasi dari surah Al-Ahzab ayat 37
Zayd; nama yang pernah bersatu dengan patah perkataan Al-Quran
Zayd; nama yang terus kekal dituturkan makhluk yang membaca Al-Quran
Aku ingin menjadi Ummu Zayd
Ibu kepada insan-insan mulia ahlul Quran

Amin Ya Rabb

*Blog Ummuzayds telah bermula pada tahun 2009, dengan nama nursrikandislam, heartofsrikandi dan terkini lebih matang, ummuzayds. Enjoy your reading! ;)

Popular Posts

"umi, kami selongkar dunia maya
dan temukan catatan umi di sana"

-Anak-Anak UmmuZayd-

"Cita-cita ku adalah menginspirasi jutaan orang
meski mereka tak mengenalku,
biarlah Allah yang menilai kerja-kerjaku"

Categories