"Everyday is a brand new start"

03 June 2015

Fastabiqul Khairat!



Syaikh Ibnu Atho’illah menerangkan; 
“Jangan menuntut Allah kerana terlambatnya permintaan yang telah engkau minta kepada-Nya, tetapi hendaknya engkau koreksi dirimu, tuntut dirimu, supaya tidak terlambat melaksanakan kewajipan-kewajipanmu terhadap Allah, Tuhanmu.”

Jika kita mengenal Allah dengan baik, maka pasti kita tidak akan protes terhadap Allah atas apapun yang Allah tetapkan untuk kita. Kerana, Allah adalah pencipta kita, Allah yang memiliki diri kita, dan Allah Maha Tahu segala permasalahan dan keperluan kita.

Ada kalanya dalam keadaan lapar, Allah menghendaki agar kita tidak langsung bertemu dengan makanan sehingga beberapa saat kita harus merasakan lapar lebih lama.

Namun, pasti ada hikmahnya. Boleh jadi supaya kita lebih mensyukuri nikmat Allah, yang mana selama ini kita seringkali lupa jika makanan dengan mudah kita temukan.


Dengan ditundanya makanan, maka ketika kita akhirnya bertemu dengan makanan meski sedikit saja, rasanya akan lebih nikmat. Kalau kita terbiasa dengan makanan yang berlimpah, maka akan kurang rasa syukurnya. Maka, untuk melatih kita pandai bersyukur, ditahanlah makanan oleh Allah.

Justeru, janganlah berburuk sangka kepada Allah jikalau suatu saat ada permohonan kita atau ada kebutuhan kita yang kita rasa terlambat terpenuhi. Walaupun, kita telah berdoa dan berusaha sekuat tenaga, namun harapan kita masih belum juga terwujud.

Allah Swt. berfirman dalam sebuah hadits qudsi, “Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku.” (Muttafaqun’alaih).

Pada akhirnya, bila kita sudah bersangka baik dengan Allah dan berusaha menjadi hamba yang bersyukur, maka tiada masalah doa kita terlambat dikabulkan. Kerana, keterlambatan pun hanyalah pada penilaian kita saja sebagai makhluk. 

Yang menjadi masalah adalah jikalau kita terlambat solat di awal waktu, terlambat sedekah, terlambat tilawah Al-Quran, terlambat menolong orang lain, berbuat dosanya banyak namun istighfarnya terlambat. Lebih baik ketika kita merasa ada yang terlambat dari Allah, segera kita periksa apa yang terlambat dari diri kita.

Allah tahu kita memperbaiki diri, Allah tahu kita menyegerakan istighfar dan taubat, Allah tahu kita menyegerakan amal-amal soleh kita. Demi Allah, semua ini tidak akan sia-sia di hadapan Allah. Allah akan membalasnya dengan kebaikan yang tiada pernah kita bayangkan sebelumnya.

Yakinilah bahwa ketika terlintas di dalam fikiran kita bahawa Allah terlambat menolong kita, sesungguhnya pada saat yang sama kita sedang melupakan berbagai nikmat Allah yang sudah dan sedang kita rasakan. 

Tutuplah mata sebentar dari melihat nikmat yang Allah berikan pada orang lain yang belum kita kecapi. Kembalilah kepada sikap yang terbaik dan sangat disukai Allah, iaitu fokus pada diri kita untuk terus memperbaiki diri dan memperbaiki hubungan kita kepada-Nya. 


Dan bila datang pertolongan juga janji-Nya, kita akan mensyukurinya lebih dari biasa.

Semoga kita termasuk orang-orang yang sentiasa menyegerakan diri melakukan amalan-amalan yang diridhai dan dicintai oleh Allah.

"Jika kamu berdoa, berdoalah dengan tulus. Kamu tidak akan pernah takut doamu tidak sampai, kamu tidak perlu khawatir doamu tidak terkabul. Karena semua doa itu dikabulkan, hanya caranya saja kita yang tidak bisa memahami bagaimana sebuah doa bisa terkabul, kapan terkabulnya, dan bagaimana bentuk jawabannya.” -masgun

Fastabiqul khairat!



-Ditulis oleh AaGym


Share:

0 comments:

Post a Comment

UmmuZayd

UmmuZayd
"UmmuZayd"
Inspirasi dari surah Al-Ahzab ayat 37
Zayd; nama yang pernah bersatu dengan patah perkataan Al-Quran
Zayd; nama yang terus kekal dituturkan makhluk yang membaca Al-Quran
Aku ingin menjadi Ummu Zayd
Ibu kepada insan-insan mulia ahlul Quran

Amin Ya Rabb

*Blog Ummuzayds telah bermula pada tahun 2009, dengan nama nursrikandislam, heartofsrikandi dan terkini lebih matang, ummuzayds. Enjoy your reading! ;)

Popular Posts

"umi, kami selongkar dunia maya
dan temukan catatan umi di sana"

-Anak-Anak UmmuZayd-

"Cita-cita ku adalah menginspirasi jutaan orang
meski mereka tak mengenalku,
biarlah Allah yang menilai kerja-kerjaku"

Categories